Kebakaran Gudang Kosmetik Bogor: Cuaca Panas Jadi Pemicu Utama

IKM NewsSebuah gudang penyimpanan obat-obatan dan kosmetik dilaporkan terbakar hebat di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Minggu (14/12/2025) siang.

Kebakaran diduga kuat dipicu cuaca panas ekstrem yang menyebabkan ledakan sejumlah botol parfum bertekanan di dalam gudang, sehingga api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, saat kondisi gudang dalam keadaan tidak beroperasi karena hari libur.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Sektor Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunung Putri, Hendra, yang memastikan tidak ada aktivitas pegawai di lokasi saat kejadian berlangsung.

Menurut Hendra, objek yang terbakar merupakan gudang penyimpanan berbagai produk kosmetik dan obat-obatan, termasuk parfum berbahan aerosol yang mengandung gas bertekanan tinggi.

Paparan panas matahari diduga menyebabkan tekanan meningkat hingga memicu ledakan, sehingga api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian gudang yang dipenuhi material mudah terbakar.

“Di dalam gudang terdapat berbagai produk kosmetik, obat-obatan, serta parfum berbentuk semprot seperti pilox yang mengandung gas. Ledakan berasal dari bahan parfum tersebut. Karena hari libur dan tidak ada aktivitas, dugaan sementara pemicu kebakaran adalah panas matahari,” jelas Hendra kepada awak media.

Hendra menambahkan, proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar empat jam karena besarnya api dan banyaknya bahan mudah terbakar.

Kendala utama yang dihadapi petugas adalah lokasi sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran, sehingga diperlukan dukungan armada tambahan dari sejumlah sektor.

Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, masing-masing dari Sektor Gunung Putri (dua unit), Cileungsi, Citeureup, dan Cibinong.

Berkat upaya maksimal petugas, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban dalam kejadian ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1 miliar,” pungkas Hendra.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini