Jakarta – Mengenali gejala penyakit jantung menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah. Salah satu tanda yang paling umum dan spesifik dari penyakit jantung adalah nyeri dada, terutama yang muncul saat beraktivitas.
Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo, Dr. dr. Amin Tjubandi, SpBTKV, SubspJD(K) menjelaskan bahwa nyeri dada akibat gangguan jantung biasanya disertai sesak napas.
“Kalau kita memang terindikasi ada penyakit jantung, keluhan yang paling spesifik itu nyeri dada atau sesak napas. Itu yang paling sering,” ujar dr Amin Selasa (2/12/2025).
Nyeri Dada Muncul Saat Aktivitas, Mereda Saat Istirahat
Menurut dr Amin, nyeri dada yang berkaitan dengan penyakit jantung memiliki karakteristik khas, yaitu terkait aktivitas. Saat tubuh bergerak atau melakukan olahraga, tekanan pada dada akan terasa semakin berat dan mereda ketika beristirahat.
“Kalau saat beraktivitas, muncul rasa nyeri seperti tertekan, berat, atau panas di dada kiri, itu harus dicurigai mengarah ke penyakit jantung,” jelasnya.
Ia menegaskan, pola keluhan tersebut merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan. Semakin tinggi tingkat aktivitas, nyeri semakin kuat, dan langsung mereda ketika berhenti.
Segera Lakukan Pemeriksaan Medis
Jika keluhan nyeri dada terus berlanjut, pemeriksaan lanjutan seperti treadmill test atau kateterisasi jantung perlu dilakukan untuk melihat apakah ada penyempitan pembuluh darah jantung.
“Kalau treadmill berlanjut dan kecurigaannya besar, bisa dilakukan kateterisasi jantung untuk memastikan ada penyempitan atau tidaknya,” tambah dr Amin.
Pakar jantung mengimbau masyarakat agar lebih aware terhadap pola nyeri dada yang tidak normal karena deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa.

