IKM News – Jumlah korban tewas akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, terus bertambah.
Hingga Minggu (30/11/2025), Polres Taput mengonfirmasi 23 orang meninggal dunia, sementara 28 warga masih dinyatakan hilang.
Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, mengatakan bahwa korban ditemukan di dua kecamatan terdampak paling parah, yakni Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan.
“Jumlah korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi akibat bencana alam di Taput menjadi 23 orang, dan masih ada 28 orang dinyatakan hilang,” ujar Walpon kepada awak media.
Walpon menjelaskan bahwa proses pencarian harus dihentikan sementara karena kondisi malam yang gelap dan membahayakan tim penyelamat.
“Kita hentikan dulu pencariannya karena sudah malam, lokasi gelap. Besok pagi setelah terang, pencarian kita lanjutkan kembali,” katanya.
Identitas Korban Tewas yang Berhasil Dievakuasi
Korban dari Kecamatan Adiankoting
- Bangun Sitompul (45), warga Desa Pagaran Pisang
2. Rey Bastian Sitompul (1), warga Desa Pagaran Pisang
3. Aksel Hutagalung (6), warga Desa Pagaran Pisang
4. Cantika Sitompul (11), warga Desa Pagaran Pisang
5. Nurmaida Hutagalung (64), warga Desa Pagaran Pisang
6. Tasya Sitompul (8), warga Desa Pagaran Pisang
7. Ucok Sitompul (4 bulan), warga Desa Pagaran Pisang
8. Jeslin Sitompul (2), warga Desa Pagaran Pisang
9. Nurmala Hutagalung (63), warga Desa Pagaran Pisang
10. Tiomina Simamora (54), warga Desa Sibalanga
11. Jones Sitompul (32), warga Desa Sibalanga
12. Indri Laura Hutabarat, warga Desa Sibalanga
13. Nerla Simanjuntak, asal Rantauprapat
Sumiati, asal Rantauprapat
14. Nur Asiyah, asal Rantauprapat
15. Amelia Azhari, asal Rantauprapat
16. Uswatun Hasanah, asal Rantauprapat
17. Nurjanah, asal Rantauprapat
18. Korban dari Kecamatan Parmonangan
19. Santiur Marbun
20. Reza Manalu
21. Farida (40), warga Tebing Tinggi
22. Gideon Manalu (25), warga Desa Manalu Dolo
23. Sahat Manalu (40), warga Desa Hutatua

