ACEH TENGGARA, Ikm News.com – Kebijakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem yang membolehkan korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara memanfaatkan kayu gelondongan sisa bencana menuai pujian luas dari warganet.
Kebijakan tersebut memperbolehkan warga menggunakan material kayu untuk kebutuhan darurat, terutama pembangunan hunian sementara, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah.
Arahan itu disampaikan Mualem saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe,(20/12).
Hingga hari ke-24 pascabanjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025, material kayu, batu, dan lumpur masih menumpuk di permukiman warga serta Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Alas dan Sungai Mamas.
Material sisa bencana tersebut juga masih menutup sebagian ruas jalan nasional yang berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh
Senin malam (22/12), warganet beramai-ramai memberikan apresiasi terhadap kebijakan Mualem yang dinilai meringankan beban korban banjir.
Mualem pake hati nurani, tulis akun @orcharetta. “Alhamdulillah, Muzakir Manaf tidak hanya untuk Aceh tapi untuk semuanya,” komentar akun @winamey560.
Sejumlah warganet juga mendoakan agar Muzakir Manaf selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Aceh.
“Barakallah fiik Mualem, sehat dan selalu dilindungi Allah Ta’ala,” tulis akun @meylianada_.
Ada pula warganet yang menilai pemanfaatan kayu sisa bencana oleh warga merupakan langkah tepat di tengah keterbatasan bantuan dan anggaran.
Sebelumnya, Mualem menegaskan Pemerintah Aceh akan mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabanjir bersama Pemerintah Pusat.
Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Prioritas utama saat ini adalah penyediaan hunian yang layak bagi para pengungsi,” tegas Muzakir Manaf

